Pulang dari Jakarta, meneruskan kayu keluarga.
Tak pernah terlintas di benak Muhammad Kamil bahwa ia akan menggeluti dunia kayu. Setelah menjalani bisnis warnet dan game online di Jakarta, sang ayah memintanya pulang ke Bondowoso untuk meneruskan usaha keluarga.
Awalnya jual beli kayu log: gelondongan, papan, dan balok jati, mahoni, gmelina, damar, dan sonokeling. Usaha itu tumbuh jadi UD. Rimba Jati, lalu bengkel Furnibond, yang mengerjakan kusen, pintu, jendela, dan furniture custom dari kayu yang sama.
Jati harganya lebih mahal karena kualitasnya. Karena itu finishing-nya pun kami pakai cat kayu premium, supaya hasilnya sepadan dengan kayunya.